Selasa, 02 Juni 2026

Wajah Nyata Moderasi Beragama, Guru Kristen MIN Tobasa Ajarkan Indahnya Keberagaman

MakmurNews.com, Toba Samosir. – Di balik senyum ramahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan muda asal Toba bernama Lisna Novelina Tambunan. Lahir dari keluarga sederhana pada tahun 2002, Lisna tumbuh dengan nilai kerja keras dan pendidikan yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya. 

Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara sang ibu merupakan seorang ASN pemerintah daerah yang hanya berbekal pendidikan SMA, namun memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan anak-anaknya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Lisna memiliki minat besar di bidang olahraga. Mimpi itu membawanya untuk mencoba masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun gagal. Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi keluarga. 

Ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit ketika orangtuanya khawatir tidak mampu membiayai kuliah. Namun Lisna tidak menyerah dan kembali berjuang melalui SBMPTN dan berhasil diterima di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi tahun 2020.

Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Pada semester tiga, ia hampir menyerah karena beratnya tuntutan akademik dan aktivitas fisik yang harus dijalani. Di saat itulah dukungan orangtuanya menjadi kekuatan terbesar. Nasihat sederhana dari sang ibu terus terngiang dalam benaknya, bahwa setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas. Berbekal semangat tersebut, Lisna berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun 2024 dengan IPK 3,65.

Selepas kuliah, Lisna bekerja sebagai guru pengganti sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tidak mengikuti bimbingan belajar maupun membeli banyak buku persiapan. Penghasilannya sebagai guru honorer digunakan secara hemat untuk membeli beberapa paket try out daring, sementara materi lainnya ia pelajari secara mandiri melalui media sosial dan video pembelajaran. 

Usaha dan doa itu akhirnya berbuah manis. Lisna dinyatakan lulus sebagai CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia pada formasi Guru Ahli Pertama Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika ia ditempatkan di Kabupaten Toba, daerah yang selama ini selalu mereka doakan. 

Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Lisna menjadi salah satu ASN termuda di satuan kerjanya. Tangis haru sang ibu pecah saat mendengar kabar tersebut. Harapan yang selama ini mereka perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.

Namun perjalanan Lisna tidak berhenti sampai di sana. Penempatan kerjanya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai seorang yang memeluk Agama Kristen, Ia ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir di bawah naungan Kementerian Agama. 

Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.

Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya. Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.

Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah. 

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa moderasi beragama tumbuh bukan dari teori semata, melainkan dari sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain.

Perjalanan Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, bahwa doa orangtua memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang. Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang hidup, tumbuh, dan menginspirasi. (Rel/Fajar)

Share:

Kisah Sukses Siswa MAN 2 Padangsidimpuan, Menembus FSRD ITB Jalur SNBT 2026

MakmurNews.com, Padangsidimpuan. -Ada kisah haru dan membanggakan dari Arbiansyah Harahap, siswa MAN 2 Padangsidimpuan yang duduk di kelas XII MIPA 2. Anak pertama dari pasangan Parlindungan Harahap dan Nurlela Sari ini berhasil meraih prestasi gemilang karena mampu bersaing dan dinyatakan lulus di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. 

Di sela-sela wawancara bersama kepala madrasah dan WKM Humas pada Selasa (02/06),  Arbi memaparkan betapa sangat terharu, bangga dan menangis melihat pengumuman SNBT dan dinyatakan lulus di FSRD ITB.

Arbi sama sekali tidak menyangka bakal lulus di ITB karena dari awal sudah merasakan persaingannya sangat ketat dan sangat sulit karena menjadi salah satu kampus incaran Fakultas Seni impian pelajar se-Indonesia. 

"Sejak duduk di kelas sepuluh Madrasah Aliyah, Arbi memiliki cita-cita untuk menjadi seniman dan juga desainer terkenal, dan terus giat menuntut ilmu dan memperluas pengalaman bidang seni selama di madrasah,” papar Arbi membuka wawancara.

Arbi, panggilan akrabnya, merupakan siswa pecinta seni lukis dan piawai dalam seni merajut. Pemilik cita-cita desainer ini menyampaikan bahwa bakat seni telah mengalir dalam dirinya sejak duduk di bangku SMP. Bermula dari ketertarikannya pada gaun yang dikenakan oleh ratu kecantikan. 

" Saya punya mimpi menjadi seorang seniman terutama ingin menjadi desainer. Awalnya saya terinspirasi gaun yang dikenakan para ratu kecantikan.Saya berpikir siapa orang hebat dibalik pembuatan gaun-gaun yang cantik terebut? Sejak saat itu hati saya terdorong untuk menjadi desainer terkenal," ungkapnya mengenang masa lalu.

Selain itu, Arbi juga memiliki bakat dalam menorehkan kuas pada kanvas dan kertas dengan mengedepankan nilai seni yang indah dan memikat. Arbi ikut serta dalam MTQ pada cabang lomba Kaligrafi Kontemporer.

Pada tahun 2024, Arbi meraih juara 1 Kaligrafi Kontemporer pada MTQ 2024 Kota Padangsidimpuan dan menjadi utusan ke MTQ tingkat provinsi Sumatera Utara yang diadakan di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Arbi aktif ikut dan serta dalam kompetisi untuk mengasah bakat seninya.

Arbi merupakan siswa lulusan tahun 2025, yang memilih untuk belajar keras dalam mempersiapkan diri untuk lulus di FSRD ITB selama satu tahun. 

Pada SNBT tahun 2025, Arbi gagal masuk FSRD ITB sebagai pilihan pertama, tetapi dinyatakan lulus dan diterima di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang (UNP) pada pilihan kedua. Tetapi, Arbi lebih memilih untuk tidak melanjutkan studi karena Arbi berkeyakinan masih mempunyai harapan lulus di FSRD ITB tahun berikutnya. Impiannya menjadi kenyataan, ketika namanya masuk dalam daftar mahasiswa baru FSRD ITB 2026 lewat jalur UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

Alhamdulillah, keberhasilan dan perjuangan saya ini tidak lepas dan dibarengi oleh doa restu kedua orang tua. Motivasi dan dukungan yang diberikan oleh madrasah tempat saya menimba ilmu. Saya bertemu banyak guru dengan dedikasi mengajar yang tinggi dan membuat saya dapat bertahan dan betah sampai saya duduk di kelas dua belas dan lulus SNBT 2026 di Institut Teknologi Bandung. Tanpa motivasi mereka semua mungkin saya tidak akan bisa lolos di FSRD ITB” ujar Arbi penuh syukur. 

Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. dalam keterangannya di ruang kepala madrasah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para siswa yang lulus di SNBT 2026. 

“Alhamdulillah, sukses untuk semuanya. Khusus untuk ananda Arbiansyah, selamat dan sukses telah menjadi bagian dari ITB. Ini adalah sebuah keberkahan dan kebanggaan tersendiri kepada keluarga besar karena ananda mampu menaklukkan ITB di jalur SNBT tahun ini. Teruslah mengukir prestasi dan jangan lupa memberikan bimbingan dan motivasi kepada adik-adiknya agar ke depan mereka mengikuti jejakmu,” ungkapnya. (rel/OM32)

Share:

Kodim 0205 /TK Gelar Kegiatan Binkom cegah Konflik Sosial

MakmurNews.com, Karo. -Kodim 0205 /TK Gelar kegiatan Binkom pencegahan konflik sosial yang digelar acara diGor patriot makodim 0205/TK 2/6.2026.jalan jamin Ginting Desa raya kecamatan Berastagi kab.karo.

Acara dimulai pukul 9.00 wib Sampai selesai.turut hadir rekan -rekan media LSM jajaran kodim Tanah Karo Polres Tanah Karo prokofimda Karo.

Dipengunjug acara , seluruh tamu undangan dipersilahkan makan siang  bersama nasi kotak, dan bingkisan ala kadarnya penuh hikmah.

(Korwil bt)

Share:

Senin, 01 Juni 2026

Kuasa Hukum Buka Suara: Tuduhan terhadap Guntur Sahputra Tak Berdasar dan Sarat Rekayasa

MakmurNews.com, Medan. – Kabar yang beredar di sejumlah media daring dan media sosial yang menyebut nama Guntur Sahputra terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam peristiwa penganiayaan yang menimpa Rahmadsyah alias Mamat (45), dibantah secara tegas oleh tim kuasa hukumnya.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada wartawan, Minggu (31/5/2026), kuasa hukum Guntur Sahputra menilai informasi yang beredar tersebut tidak berdasar, sarat rekayasa, dan merupakan bagian dari upaya kriminalisasi serta pembunuhan karakter yang sengaja diarahkan untuk merusak nama baik kliennya.

“Kami tegaskan dengan lantang dan tanpa keraguan sedikit pun, berita yang beredar itu tidak benar, tidak sesuai fakta, dan merupakan fitnah besar yang sangat menyakitkan bagi klien kami. Informasi tersebut sama sekali tidak memiliki dasar bukti apa pun, melainkan hanya berisi asumsi, tuduhan liar, dan rekayasa semata,” tegasnya.

Kuasa hukum juga menyatakan secara terbuka bahwa Guntur Sahputra tidak mengetahui peristiwa tersebut, tidak berada di lokasi kejadian, serta tidak pernah memberikan perintah ataupun instruksi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Tidak ada satu pun perintah, tidak ada instruksi, tidak ada pesan, dan tidak ada hubungan apa pun antara klien kami dengan peristiwa tragis yang menimpa Rahmadsyah alias Mamat,” ujarnya.

Menurut pihak kuasa hukum, ini bukan kali pertama nama Guntur Sahputra dikaitkan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut. Mereka menilai ada pola yang berulang, di mana nama kliennya selalu dicatut dan dijadikan sasaran tuduhan tanpa dasar yang jelas.

“Sudah berkali-kali nama baik klien kami diseret dalam berbagai kejadian. Kami melihat ini sebagai bentuk kriminalisasi yang nyata dan sistematis. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menjebak, menjatuhkan, dan membentuk opini publik seolah-olah klien kami berada di balik setiap kejadian buruk yang terjadi,” katanya.

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat merugikan dan mencederai kehormatan serta reputasi yang telah dibangun kliennya selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Rahmadsyah alias Mamat diketahui masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Medan.

Di akhir pernyataannya, kuasa hukum mengingatkan seluruh insan pers agar tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik dan melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat.

“Kami mengajak seluruh media dan wartawan untuk berpegang teguh pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Berikanlah fakta yang telah terkonfirmasi. Jangan asal menyebut nama seseorang tanpa dasar yang jelas hanya demi sensasi, jumlah pembaca, atau kepentingan kelompok tertentu. 

"Jangan membangun opini dan kesimpulan sendiri yang tidak memiliki hubungan dengan fakta sebenarnya,” pupungkasnya. (Ril/Syd/TIM)

Share:

Sabtu, 30 Mei 2026

Mendagri Tito Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ryamizard Ryacudu

MakmurNews.com, Bogor. - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Tito bertakziah ke kediaman almarhum di Kompleks Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026), untuk menyampaikan belasungkawa kepada istri almarhum, Nora Tristyana, dan keluarga yang ditinggalkan.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pukul 14.03 WIB.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita semua berduka. Saya juga secara pribadi, bersama keluarga, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyampaikan rasa duka sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.... Saya mengenal cukup baik almarhum sebagai senior dan sangat hormat kepada beliau," ujar Mendagri.

Ia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang dihormati dan memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan, termasuk masyarakat di wilayah Sumatera bagian selatan.

"Beliau salah satu sesepuh Sumatera bagian selatan, baik Sumatera Selatan maupun Lampung. Saya dari Palembang, Sumsel, jadi saya sering juga menghadap beliau, bukan hanya mengenai tugas, tetapi juga urusan-urusan kampung kita di Sumatera bagian selatan," katanya.

Mendagri menilai, kepergian Ryamizard merupakan kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta berbagai pihak yang pernah mengenal dan bekerja bersama almarhum. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah Swt., serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

"Kita doakan semoga Allah Swt. mengampuni segala dosa-dosa almarhum selama di dunia. Kita doakan agar dimudahkan jalannya menghadap Ilahi, jalan menuju alam kubur, diluaskan alam kuburnya, dan dijadikan oleh Allah Swt. alam kubur yang seindah taman surga, karena kematian adalah takdir dari Allah Swt. yang kita tidak bisa menghindari itu," pungkasnya. (Puspen Kemendagri)

Share:

From Medan to Ningbo City : Cerita Laila Menimba Ilmu di Negeri Tirai Bambu

MakmurNews.com, Ningbo City. - Perjalanan panjang penuh perjuangan harus di tempuh Fajar Lailatul Mi’rojiyah seorang guru berprestasi dari MadrasahTsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan yang menjadi delegai Indonesia dalam program internasional “Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries” yang dilaksanakan di China. Program tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan diikuti oleh guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. 

Jarak tempuh 7 jam dengan Pesawat Terbang harus di lalui Laila dari Jakarta menuju ke China, kemudian dilanjutkan menuju ke Ningbo City tempat Ia menimba ilmu dengan jarak tempuh 2,5 jam.

Laila menceritakan, Setelah tiba di kampus Ningbo Polytechnic University, Kamis (21/5/2026), peserta mengikuti kegiatan pembukaan (opening ceremony) dan pengenalan umum mengenai kampus serta program pelatihan Backbone Teachers of Luban Workshop. 

Namun, Ia bersama 4 pengajar lainnya yang lolos dalam program ini tiba di Ningbo malam hari, sehingga kami yang berasal dari Indonesia tidak dapat mengikuti opening ceremony secara utuh,”ungkapnya.

Kegiatan Opening dipandu oleh Mr. Cao Bo selaku perwakilan kampus. Beliau menjelaskan visi pendidikan vokasi di Tiongkok, kerja sama internasional, serta tujuan pelatihan bagi para guru dari berbagai negara Asia. Peserta juga memperoleh gambaran mengenai sistem pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Sebagai seorang guru, saya merasa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan. Selain itu, saya mulai memahami bagaimana pendidikan vokasi di Tiongkok dikembangkan secara modern namun tetap berorientasi pada kebutuhan industri.

Ia mengatakan, kegiatan hari kedua dimulai dengan materi dari Prof. Zou Chen mengenai pemikiran dan kebijakan pembangunan Tiongkok modern. Dalam sesi ini dijelaskan bagaimana pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional dan kemajuan teknologi. Selanjutnya terdapat materi mengenai kondisi nasional Tiongkok yang disampaikan oleh Mr. Cao Bo. Materi ini memberikan pemahaman tentang budaya kerja, perkembangan ekonomi, serta sistem pendidikan di Tiongkok. Pada sesi studi kasus, peserta mempelajari perkembangan pendidikan vokasi dan praktik Luban Workshop di Benin. Dari kegiatan ini saya memahami bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi jembatan penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendukung kebutuhan dunia kerja global.

“Sebagai guru, saya memperoleh inspirasi bahwa pembelajaran harus lebih berorientasi pada praktik nyata, kolaborasi, kreativitas, dan penguatan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ucapnya.


Belajar Sejarah dengan Berkunjung ke Museum


DI hari ketiga, Guru MTsN 1 Medan tersebut menungkapkan, peserta mengikuti sesi studi kasus mengenai pengembangan pendidikan vokasi di berbagai negara. Materi yang disampaikan menunjukkan bagaimana konsep Luban Workshop diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja.

“Saya belajar bahwa pendidikan modern tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan dan dunia industri. Hal ini memberikan motivasi bagi saya untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berbasis proyek di sekolah,” ujarnya.

DI hari keempat, Laila menceritakan, Kegiatan hari ini diawali dengan kunjungan ke Museum Pendidikan China untuk memahami sejarah perkembangan pendidikan di negara tersebut. Peserta juga mengikuti sesi praktik mengenai kerajinan kayu tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Dari kegiatan ini Ia menyadari bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan akademik, tetapi juga menjaga nilai budaya dan karakter bangsa. Sebagai guru, saya merasa penting untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, budaya lokal, dan kreativitas dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Memasuki hari kelima Peserta mengikuti pembelajaran mengenai model inovatif integrasi pendidikan dan industri di Tiongkok. Materi ini menjelaskan bagaimana sekolah bekerja sama dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan kerja,: ungkapnya.

Kemudian peserta melakukan praktik lapangan di Desa Shuangshi untuk melihat langsung pengembangan pedesaan dan pembangunan masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana pendidikan dapat mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Saya mendapatkan pemahaman bahwa guru perlu menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan hidup, kemampuan berpikir kritis, dan jiwa inovatif,” ungkapnya.

DI hari keenam, peserta melakukan perjalanan dari Ningbo menuju Hangzhou. Setelah itu dilakukan kunjungan studi ke Hefang Street dan kawasan budaya sekitar untuk mempelajari pengembangan budaya dan pariwisata lokal.

“Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa pendidikan dapat dikembangkan melalui lingkungan sosial dan budaya sekitar. Guru dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang menarik dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.


Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan


Laila mengungkapkan, di hari ke tujuh Peserta mengikuti materi tentang penilaian mutu dan pengembangan perguruan tinggi vokasi di Tiongkok. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke Zhejiang Financial College untuk mempelajari operasional pendidikan berbasis kelompok dan industri. Namun, sebelum itu kami sholat Ied Adha di Majid Huangzhou.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya manajemen pendidikan yang terstruktur, evaluasi pembelajaran, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Sebagai guru, saya menyadari bahwa proses pembelajaran harus terus dievaluasi agar kualitas pendidikan semakin baik dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.

“Hari kedelapan peserta kembali ke Ningbo dan mengikuti materi tentang pendidikan kewirausahaan dalam program pendidikan vokasi. Selain itu dibahas pula praktik inovatif integrasi industri dan pendidikan di sekolah vokasi Tiongkok. Saya memperoleh wawasan bahwa pembelajaran kewirausahaan sangat penting untuk membentuk peserta didik yang mandiri, kreatif, dan mampu menciptakan peluang kerja,” kata Laila.

 Laila menambahkan, Kegiatan hari kesembilan diisi dengan kunjungan ke San Guan Liu Heritage Study Centre untuk mempelajari pelestarian budaya dan pengembangan kemampuan internasional dalam pendidikan vokasi.

Peserta juga mengunjungi Belt and Road International School untuk melihat strategi internasionalisasi pendidikan vokasi. “Dari kegiatan ini saya memahami bahwa pendidikan masa depan memerlukan kemampuan komunikasi global, kolaborasi internasional, dan adaptasi budaya. Sebagai guru madrasah, saya termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa, teknologi, dan kerja sama internasional dalam pembelajaran,” pungkasnya.

Begitu banyak pengalaman berharga yang tak terlupakan Laila saat menempuh pelatihan di China. Transformasi masif China di sektor infrastruktur dan pendidikan menegaskan komitmen kuat jajaran pemerintahannya dalam membangun peradaban modern yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga unggul secara kualitas. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya 

Share:

Masyarakat Merek Mendesak Pemerintah Perlebar Jalan Penghubung Kabanjahe—Macet Parah di Tikungan Laudah jadi Sorotan

MakmurNews.com, Kabanjahe, Karo. — Warga Desa Merek dan sekitarnya mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten segera melakukan pelebaran jalan penghubung Kabanjahe–Merek. Desakan itu muncul menyusul seringnya kemacetan parah di kawasan tikungan Laudah hingga Tigapanah, yang dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Iwan (54), salah satu warga setempat, mengatakan kemacetan kerap terjadi terutama pada jam sibuk pagi dan sore. “Jalan ini penghubung Kabanjahe–Merek sering macet, apalagi di tikungan Laudah. Anak-anak pulang sekolah sering terhambat, dan banyak kendaraan yang rusak karena kondisi jalan sempit,” ujar Iwan kepada Makmur News, Sabtu (2026).

Menurut Iwan, pelebaran yang selama ini dilakukan hanya di sebagian ruas—seperti di Tigapanah—belum menyelesaikan masalah karena titik-titik sempit lain masih menyebabkan antrean panjang. “Kami minta pelebaran menyeluruh mulai dari tikungan Laudah sampai Merek, bukan cuma satu titik saja. Kalau tidak, kemacetan akan terus berulang,” tambahnya.

Pantauan Makmur News menunjukkan kondisi jalan dari tikungan Laudah, Desa Sukadame, Tigapanah sampai Merek memang rentan mengalami kepadatan kendaraan. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan berat dan kecil bercampur di jalan yang sempit sehingga arus menjadi tersendat. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan kerusakan kendaraan.

Warga berharap Pemerintah Provinsi dan Pemkab segera melakukan kajian teknis untuk pelebaran dan perbaikan drainase serta penataan bahu jalan. Selain pelebaran, warga juga mengusulkan penempatan rambu lalu lintas, pengerasan permukaan jalan di titik rawan, dan penertiban angkutan berat pada jam sibuk untuk mengurangi kemacetan.

Sampai berita ini ditayangkan, Makmur News telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk meminta konfirmasi terkait rencana perbaikan atau pelebaran jalan tersebut, tetapi belum menerima jawaban. Pihak redaksi akan menginformasikan perkembangan setelah menerima tanggapan resmi dari pemerintah daerah. (Kowil Bt)

Share:

Jumat, 29 Mei 2026

Kapolrestabes Medan Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan Jalanan dan Narkoba, 129 Kendaraan Curian Berhasil Diamankan

MakmurNews.com, Medan.  – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvin Simanjuntak, menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus kejahatan jalanan yang meliputi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), di Mapolrestabes Medan, Sabtu 30/5/2026.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kasat Narkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha dan Kasat Reskrim AKBP Adrian Risky Lubis.

Dalam paparannya, Kapolrestabes Medan menyampaikan berbagai capaian kinerja selama periode 200 hari terakhir, khususnya dalam penanganan kejahatan jalanan dan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan aparat kepolisian mengamankan barang bukti kendaraan bermotor hasil tindak kejahatan. Pada tahap pertama, sebanyak 129 unit kendaraan berhasil diamankan yang terdiri dari 128 unit sepeda motor dan 1 unit mobil.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 unit kendaraan telah berhasil diidentifikasi pemiliknya dan telah dikembalikan kepada masyarakat, sementara sebagian lainnya masih dalam proses identifikasi untuk kepentingan penyidikan.

Selain itu, polisi juga kembali menemukan 136 unit kendaraan lainnya yang diduga merupakan hasil tindak kejahatan. Oleh karena itu, masyarakat Kota Medan dan sekitarnya yang merasa kehilangan kendaraan diimbau untuk datang ke Polrestabes Medan guna melakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin yang saat ini sedang diidentifikasi oleh Satreskrim dan Satlantas.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Calvin Simanjuntak juga mengungkapkan bahwa angka kejahatan jalanan selama 200 hari terakhir mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini berdampak pada pencegahan terjadinya sekitar 497 kasus kejahatan jalanan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Di bidang pemberantasan narkoba, Polrestabes Medan mencatat peningkatan pengungkapan kasus yang cukup signifikan. Selama periode yang sama, aparat berhasil mengungkap ratusan kasus narkotika dengan peningkatan sebanyak 399 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa terdapat hubungan erat antara penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan. Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas pelaku kejahatan jalanan diketahui merupakan pengguna narkoba. Pengaruh narkotika membuat para pelaku lebih berani melakukan aksi kriminal, sementara hasil kejahatan yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk membeli narkoba.

"Kejahatan jalanan dan narkoba merupakan lingkaran yang saling berkaitan. Karena itu, upaya pemberantasan keduanya harus dilakukan secara bersamaan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga," tegas Kapolrestabes Medan.

Polrestabes Medan berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan maupun jaringan peredaran narkoba guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya.(Syahdan)

Share:

Guru MAN 1 Deli Serdang Jadi Delegasi Indonesia di Forum Pendidikan Internasional China

MakmurNews.com, Deli Serdang. - Kabar membanggakan datang dari MAN 1 Deli Serdang. Salah seorang guru terbaiknya, Eko Haris Alamsyah dipercaya menjadi utusan Indonesia dalam forum internasional bertajuk “Seminar on Education Policy and Practice for Developing Countries” yang diselenggarakan di East China Normal University pada 27 Mei hingga 16 Juni 2026.

Kegiatan berskala internasional tersebut diikuti oleh delegasi dari berbagai negara berkembang, di antaranya Kenya, Barbados, Ethiopia, Fiji, Gambia, Botswana, Sierra Leone, Kamboja, dan Indonesia. Delegasi Indonesia terdiri dari Eko Haris Alamsyah, Hanifah Umi Haryati, Auwalia Ramadhani, dan Sarah Nurainy.

Eko Haris Alamsyah yang akrab disapa Eko, merupakan guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 1 Deli Serdang. Sejak mengabdi pada tahun 2023, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah. Selain mengajar di kelas, ia juga menjadi pembimbing ekstrakurikuler KKD (Kursus Kader Dakwah), pendakwah muda, serta aktif menghasilkan karya ilmiah inovatif.

Berbagai prestasi berhasil diraih bersama siswa binaannya, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Ketekunan dan dedikasinya dalam membimbing siswa menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mengikuti seminar pendidikan internasional tersebut.

Eko mengungkapkan bahwa untuk mengikuti kegiatan internasional itu, para peserta harus melewati proses seleksi yang cukup ketat.

“Peserta harus memiliki rekam jejak pendidikan yang baik, pengalaman pelatihan dan beasiswa, serta kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau IELTS resmi sesuai standar yang ditentukan,” jelasnya.

Forum Internasional ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kerja sama internasional sekaligus membahas berbagai strategi peningkatan kualitas pendidikan agar tidak terjadi disparitas pendidikan di berbagai belahan dunia.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi langsung dari para akademisi dan pakar pendidikan internasional seperti Prof. Yuan Zhenguo, Prof. Xu Binyan, Prof. Yang Fuyi, Prof. Huang Zhicheng, hingga Assoc. Prof. Zhang Junhua.

Berbagai topik strategis dibahas dalam seminar tersebut, mulai dari transformasi pendidikan di China, kebijakan pendidikan dasar dan tinggi, inovasi pendidikan, manajemen sekolah, supervisi pendidikan, hingga penguatan budaya dan karakter bangsa melalui pendidikan.

Selain seminar, peserta juga mengikuti kunjungan edukatif dan pengalaman budaya ke berbagai lokasi penting di China seperti Shanghai Urban Planning Exhibition Center, Shanghai History Museum, The Bund, hingga kawasan budaya di Provinsi Sichuan.

Dalam keterangannya, Eko mengaku sangat terkesan dengan seluruh rangkaian kegiatan yang diikutinya. “Agenda-agenda dalam kegiatan ini sangat berkesan dan memberi banyak insight untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Selain mempererat hubungan internasional, kita juga melihat bagaimana kemajuan pendidikan di China dapat menjadi barometer dalam membangun pendidikan yang ideal,” ujarnya.

Ia juga berharap Indonesia dapat mengambil banyak sisi positif dari kemajuan pendidikan China, khususnya dalam pengelolaan sistem pendidikan dan inovasi pembelajaran.

Sementara itu, Plt. Kepala MAN 1 Deli Serdang Arwansyah Dalimunthe, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru MAN 1 Deli Serdang.

“Tindakan nyata dalam membangun madrasah sangat diperlukan setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman dari luar negeri. Ilmu yang disampaikan dan diamalkan akan memberi manfaat besar bagi diri sendiri maupun banyak orang. Madrasah berharap akan lahir lebih banyak guru yang kompeten, berdedikasi, dan aktif dalam perbaikan pendidikan,” ungkapnya.

Keikutsertaan Eko Haris Alamsyah dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa guru MAN 1 Deli Serdang mampu tampil dan berkontribusi di tingkat global, sekaligus membawa semangat perubahan demi kemajuan pendidikan nasional. (Sumber Humas)

■Fajar Trihatya

Share:

Wajah Nyata Moderasi Beragama, Guru Kristen MIN Tobasa Ajarkan Indahnya Keberagaman

MakmurNews.com, Toba Samosir. – Di balik senyum ramahnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan muda asal Toba bernama Lisna ...